Minggu, 11 September 2011

DATA RESOURCE MANAGEMENT



TEKNIK DASAR MANAGEMENT BASIS DATA
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan (relasi). Relasi biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap file yang ada. Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk, yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record terdiri dari field yang saling berhubungan menunjukan bahwa field tersebut dalam satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data mempunyai beberapa kriteria penting, yaitu :
1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented.
2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis datanya.
3. Dapat dikembangkan dengan mudah, baik volume maupun strukturnya.
4. Dapat memenuhi kebutuhan sistem-sistem baru secara mudah
5. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda.
Prinsip utama basis data adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan dalam pengambilan data kembali. Adapun Tujuan basis data diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Efisiensi meliputi speed, space dan accurancy.
2. Menangani data dalam jumlah besar.
3. Kebersamaan pemakaian (Sharebility).
4. Meniadakan duplikasi dan inkonsistensi data.
Sistem basis data merupakan perpaduan antara basis data dan sistem manajemen basis data (SMBD). Komponen-komponen sistem basis data meliputi :
1. Perangkat Keras (Hardware) sebagai pendukung operasi pengolahan data.
2. Sistem Operasi (Operating System) atau perangkat lunak untuk mengelola basis data.
3. Basis data (Database) sebagai inti dari sistem basis data.
4. Sistem Manajemen Basis Data (SMBD).
5. Pemakai (User).
6. Aplikasi lain.
Perangkat untuk menjaga abstraksi data dikenal dengan sebutan data model. Data model merupakan kumpulan konsep yang dapat digunakan untuk menggambar struktur data. Struktur basis data meliputi tipe data, relationship, dan beberapa syarat yang harus dipenuhi basis data.
Ada beberapa definisi yang umum digunakan dalam basis data, yaitu :
Entitas Entitas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang Administrasi Siswa misalnya, siswa, buku, pembayaran.
Atribut Atribut biasa disebut juga data elemen, data field, atau data item yang digunakan untuk menerangkan suatu entitas dan mempunyai harga tertentu, misalnya atribut dari entitas pegawai diterangkan oleh, nama, umur, alamat, pekerjaan.
Data Value (Nilai Data) : Data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.
File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.

1. Persyaratan Basis Data

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan pada pembuatan file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data, yaitu :
a) Redudansi dan inkonsistensi data : Penyimpanan data yang sama dibeberapa tempat disebut redundansi, hal ini menyebabkan pemborosan dan menimbulkan inkonsistensi data (data tidak konsisten) karena bila terjadi perubahan terhadap data maka data harus dirubah dibeberapa tempat, hal ini tentunya tidak efisien.
b) Pengaksesan data : Data dalam basis data harus siap diakses oleh siapa saja yang membutuhkan dan mempunyai hak untuk mengaksesnya. Oleh karena itu perlu dibuat suatu program pengelolaan atau suatu aplikasi untuk mengakses data yang dikenal sebagai DBMS.
c) Data terisolasi untuk standarisasi : Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, maka akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data, oleh karena itu data dalam satu database harus dibuat satu format sehingga mudah dibuat program aplikasinya
d) Masalah keamanan (security) : Tidak setiap pemakai sistem basis data
diperbolehkan untuk mengakses semua data, misalnya data mengenai gaji pegawai hanya boleh dibuka oleh bagian keuangan dan personalia, sedang bagian gudang tidak diperkenankan untuk membukanya. Keamanan dapat diatur dan disesuaikan baik ditingkat basis data atau aplikasinya.
e) Masalah integritas (Integrity) : Basis data berisi file yang saling berhubungan, masalah utama adalah bagaimana kaitan antar file tersebut terjadi meski diketahui bahwa file A terkait dengan file B, namun secara teknis ada field yang mengaitkan kedua file tersebut oleh karena itu field kunci tidak dapat diabaikan dalam merancang suatu basis data.
f) Multiple user : Salah satu alasan basis data dibangun adalah karena nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang, baik dalam waktu berbeda maupun bersamaan sehingga kebutuhan akan basis data handal yang mendukung banyak pemakai perlu dipertimbangkan.
g) Data independence (kebebasan data) : Pada aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman seperti BASIC misalnya, apabila program telah selesai dibuat dan ternyata terjadi perubahan terhadap struktur file maka program tersebut harus diubah, ini artinya program tersebut tidak bebas terhadap database yang ada. Berlainan dengan paket DBMS apapun yang terjadi pada struktur file, setiap kali hendak melihat data cukup dengan utility LIST. Ini artinya perintah DBMS bebas terhadap database karena apapun perubahan terhadap database, semua perintah akan stabil tanpa ada yang perlu diubah. Data independence dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
• Phisycal Data Independence : Kebolehan untuk mengubah pola fisik database tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level fisik biasanya hanya pada saat meningkatkan daya guna.
• Logical Data Independence : Kebolehan mengubah pola konseptual tanpa mengakibatkan suatu aplikasi program ditulis kembali. Modifikasi pada level konseptual teristimewa saat struktur logika database berubah, ditambahkan atau dikurangi.
2. Abstraksi Data
Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan abstraksi dari data. Bayangan mengenai data tidak lagi memperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana satu data masuk ke database disimpan dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan mengenai kondisi yang dihadapi oleh pemakai sehari-hari. Sistem yang sesungguhnya, tentang teknis bagaimana data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitannya dan kemudian diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh orang awam.
Ada tiga kelompok pemakai dalam tingkatan abstraksi saat memandang suatu database, yaitu :
• Level Fisik : Level ini merupakan level abstraksi paling rendah karena menggambarkan bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya.
• Level Konseptual : Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam database dan hubungan relasi yang terjadi antara data dari keseluruhan database. Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi, penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis,dan hubungan secukupnya.
• Level Pandangan Pemakai (View level) : Level ini merupakan level abstraksi data tertinggi yang menggambarkan hanya sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database, hal ini disebabkan beberapa pemakai database tidak membutuhkan semua isi database.

Sekilas Mengenai Guru Desk Knowledge Management System:



Penataan yang tepat pengetahuan dalam bentuk koleksi digital tidak saja mempermudah pemanfaatannya untuk menunjang riset, melainkan juga dapat dipergunakan sebagai sumber pengetahuan dalam proses pembelajaran, yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai bagian dari sistem pembelajaran elektronik. Dengan menata berkas elektronis tersebut akan membentuk sebuah repositori pengetahuan (Knowledge Repository) yang dikelola oleh sebuah sistem manajemen pengetahuan (Knowledge Management System - KMS). Pembeda utama antara perpustakaan digital dan KMS terletak pada taksonomi manajemennya.

Taksonomi pengetahuan merupakan kunci keberhasilan dalam menata pengetahuan eksplisit untuk menempatkannya sebagai bagian dari pembelajaran elektronik. Memperhatikan perkembangan yang terjadi pada dunia kearsipan, telah terwujud panduan dan bakuan untuk mengelola arsip dokumen elektronik yang dikenal sebagai International Standard Archival Description (ISAD). Metadata perlu untuk disusun guna mewujudkan taksonomi ini, sehingga setiap berkas pengetahuan memiliki deskripsi dan tersusun secara sistematis, yang pada akhirnya akan mempermudah dalam penelusuran, guna memanfaatkan pengetahuan secara optimal.

Riset ini diadakan untuk membuat Guru Desk Knowledge Management System (GURU) yang akan digunakan di lingkungan Fasilkom UI sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran elektronik (SCELE), ataupun sarana penunjang riset. Integrasi antara GURU dengan SCELE dilakukan secara erat maupun lepas (tightly and loosely coupling). Bila diterapkan secara lepas, maka kedudukannya dapat setara dengan perpustakan digital (LONTAR), yang berarti merupakan salah satu fungsional yang melengkapi sistem. Bila diterapkan secara erat, maka diperlukan KMS secara otomatis dapat langsung menampilkan berkas berkas yang relevan dengan topik yang sedang dipelajari. Dalam hal ini iteraksinya mirip dengan fungsionalitas "Help" atau "Intelligent Assistant" pada Windows.
Topik 1 - Document Management for GURU:
Document Management diperlukan untuk menyimpan dan mengelola setiap Item yang digunakan oleh pengguna GURU. Pengelolaan Item oleh Document Management mencakup fungsi-fungsi seperti pendefinisian metadata, versioning, import export, roles and permission, document workflow, related items, history, classification, dan lain-lain. Beberapa aplikasi document management berbasis open source yang dapat menjadi rujukan diantaranya KnowledgeTree, dan Alfresco.

Topik Student Project akan terkait dengan bidang-bidang Software Engineering, Knowledge Management, dan Document Management.
Topik 2 - Semantic Searching for GURU:
Proses Semantic Searching pada GURU diperlukan jika user yang ingin mencari informasi yang saling terkait mengenai suatu pengetahuan. Dukungan Semantic Searching juga harus dapat digunakan oleh sistem eksternal di luar GURU, misalnya SCELE. Ketika mahasiswa sedang berada di halaman suatu kuliah, GURU akan menampilkan segala artifak yang terkait dengan kuliah tersebut. Contoh kasus lain yang populer dari pemanfaatan fitur ini adalah Related Results pada hasil pencarian menggunakan Google. Google akan menampilkan link-link web yang terkait dengan pencarian yang diberikan oleh user.

Topik Student Project akan terkait dengan bidang-bidang Software Engineering, Knowledge Management, dan Information Retrieval.

CARA MUDAH BELAJAR AKUNTANSICARA MUDAH BELAJAR AKUNTANSI



Bagi banyak siswa, pelajaran akuntansi merupakan pelajaran yang sulit, rumit dan memerlukan ketelitian. Karena jika kita telah melakukan kesalahan dari awal, maka kebelakang hasil pekerjaan kita juga akan salah. Namun, sekarang saya akan membahas tentang cara mudah belajar akuntansi.
1. Kumulatif Study- Akuntansi pasti bukan sebuah misteri, dan mudah dipelajari. Rahasia utama untuk belajar akuntansi adalah mengingat bahwa itu adalah subjek studi kumulatif didasarkan pada lima bab pertama. Masing-masing tujuan pembelajaran didasarkan pada konsep belajar sebelumnya dan prosedur. Kursus akuntansi diatur sehingga Anda mempelajari konsep yang paling mendasar dan prosedur pertama, maka Anda akan diminta untuk membangun konsep-konsep dan prosedur. Untuk mempelajari akuntansi, Anda harus menguasai lima bab pertama. Bab lima pound ini merupakan dasar selama enam belas bab. Ketika mahasiswa mengalami kesulitan, umumnya karena mereka telah melupakan materi sebelumnya atau belum mempelajarinya cukup baik untuk bergerak ma
2. Menjaga catatan kehadiran yang baik - Anda harus mendengar dari saya topik apa yang penting, mengapa mereka penting, dan bagaimana menggunakannya. Menyalin catatan dari teman-teman lain mungkin tidak selalu menunjukkan kepada anda apa, mengapa dan bagaimana.
3. Berpartisipasi secara aktif di kelas - Tiba di kelas Anda beberapa menit lebih awal. Choose a seat where you can hear and be heard. Memilih tempat duduk di mana Anda bisa mendengar dan didengar. Jangan takut untuk bertanya atau menjawab pertanyaan. Cobalah untuk mengatasi rasa malu Anda. Komit diri untuk bertanya atau menjawab pertanyaan di kelas. Ingat orang lain di kelas mungkin bertanya-tanya tentang hal yang sama.
4. Tidak menggunakan hafalan sebagai pengganti untuk memahami - Anda perlu memahami alasan baik dan montir akuntansi. Menghafal informasi akan menyakiti Anda nanti pada kursus.
5. Mencatat - Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa Anda akan ingat 10% sampai 15% dari apa yang dikatakan di kelas. Namun, jika Anda menuliskannya, tingkat retensi Anda meningkat menjadi 85%. Catatan mengambil penting untuk belajar akuntansi. Anda harus belajar untuk mencatat secara efisien, akurat, dan cepat sehingga Anda tidak akan membahayakan kemampuan Anda untuk mendengarkan secara efektif.
6. Berteman dengan belajar dalam kelompok - Pertukaran nomor telepon dengan setidaknya dua teman sekelasnya. Membuat pengaturan untuk belajar dengan teman-teman ini secara teratur. Bekerja dalam kelompok memiliki keuntungan. Manfaat-manfaat ini termasuk peningkatan pengetahuan Anda tentang akuntansi dan meningkatkan pemikiran kritis dan kemampuan komunikasi. Jika Anda mampu menjelaskan dan menunjukkan (verbalisasi) tujuan pembelajaran anggota kelompok lainnya, maka Anda benar-benar memahami konsep-konsep. Jangan takut untuk mengubah kelompok belajar jika anda tidak puas dengan kelompok asli Anda. Akhirnya, jangan biarkan kelompok studi Anda berubah menjadi kelompok gosip, menempel akuntansi Anda.
7. Bersiaplah - Sebelum pergi ke kelas meninjau buku pelajaran, panduan belajar, tugas pekerjaan rumah, dan catatan kelas. Buatlah daftar pertanyaan, Anda harus bertanya padaku. Menuliskan pertanyaan Anda membuat lebih mudah bagi Anda untuk bertanya di kelas.
8. Keep up dengan karya - Menunggu sampai menit terakhir tidak memberikan Anda kesempatan untuk benar-benar memahami tujuan belajar. Jika Anda telah menyelesaikan pekerjaan rumah dan mampu memverbalisasi tujuan belajar kepada anggota lain dalam kelompok belajar Anda, maka Anda akan melakukannya dengan baik pada tes. Namun jika, Anda mencoba untuk menyelesaikan tugas membaca dan pekerjaan rumah pada malam sebelum ujian, Anda akan siap. Ada pepatah yang mengatakan, "Dia yang melakukan pekerjaan rumah terlebih dahulu mendapatkan A atau B. Dia yang tidak melakukan pekerjaan rumah terlebih dahulu mendapatkan C atau D."
9. Merekam ceramah kelas - Prosedur ini memiliki dua manfaat. Pertama, Anda tidak akan terlalu khawatir tentang mengambil catatan. Kedua, perekaman memberi Anda kesempatan lain untuk mendengarkan pelajaran. Ini terutama memungkinkan Anda meninjau kata-kata yang anda tidak kenal.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites