Tampilkan postingan dengan label pengantar management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengantar management. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

humas

pengertian humas

FRANK JEFKINS :

“Kegiatan komunikasi yang terencana baik ke dalam maupun ke luar organisasi dengan publiknya dalam rangka mencapai tujuan tertentu yang dilandaskan saling pengertian”.

JHON E. MARSTON
(Modern Public Relations)

‘PR is planned persuasive communication, designed to influence
significant public”.

publik relation is about repotatiaon


 If I tell you. I am handsome and exciting, that is advertising.
 If somebody else tells you, I am handsome and exciting, that is sales promotion.
 If you come and tell me, you have heard I am handsome and exciting, that is public relations.

CHARACTERISTIC OF PUBLIC RELATIONS

Two way traffic communications
Planned communications
Organization’s Oriented
Target : Public
Image Building

sejarah humas
Sejak interaksi antar manusia ada

1807 – istilah pertama kali oleh THOMAS JEFFERSON pada
konggres ke – 10 AS FOREIGN RELATIONS

1882 – Wisuda YALE LAW SCHOOL –
Pidato “The Public Relations and Duties Of Legal Profession”

1906 – di Amerika Serikat – Krisis Ekonomi, Buruh Pertambangan
Batubara dan Kereta Api Mogok – IVY LEDBETTER LEE (Penemu
PR) – membuat konsep PR untuk atasi krisis tersebut.

1921 – di NY BULLETIN “PUBLIC RELATIONS”
rutin diterbitkan IVY L. LEE

1966 – EDWARD L. BERNAYS klaim sebagai “THE FATHER OF
MODERN PR” – Buku “CRYSTALIZING OPINION”

Saat ini : PR bagian dari COMMUNICATION SCIENCE
REX F. HARLOW :
 PR AS METHOD OF COMMUNICATION
 PR AS STATE OF BEING.

pr di pemerintahan
1809, Dept. Keuangan menunjuk juru bicara

1854, Dinas Pos mencantumkan perlunya “PELAYANAN UMUM”

1912, Bendahara negara membentuk Tim Penerangan
“RANCANGAN PENSIUN”

1926 – 1933, Dewan pemasaran kerajaan memasarkan produk
dalam negeri.

PR Di AKADEMIK

1923, ILMU HUMAS di NEW YORK UNIVERSITY

1948, INSTITUTE OF PR di INGGRIS.

susunan organisasi humas


ukuran departement pr
Ditentukan oleh :
Ukuran Perusahaan
Nilai PR bagi perusahaan
Jenis perusahaan.


Dalam prakteknya :
TIDAK ADA ORGANISASI YANG TIDAK MEMERLUKAN KOMUNIKASI.

Kegiatan HUMAS ada juga yang dilaksanakan oleh:


Sekretaris
Marketing / Pemasaran
Personalia.


posisi publik relation
tempat paling strategis atau osisi sisa

istilah lain publik relation
Public Affair
Corporate Affair / Relations
Internal Relations
Information Division
PR and Advertising
Communications
Corporate Communications
Corporate Secretary.

peran humas dalam lembaga

tiga fungsi humas
(Edward L. Bernays)

Memberikan penerangan kepada masyarakat

Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung

Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan atau lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya.

peran humas

1.Communicator
2.Backing Up Management
3.Corporate Image Maker
4.Creator
5.Conceptor
6.Mediator
7. Problem solver.

bob weinestein
Petugas Humas diharapkan :

Memiliki Bakat alami

Mampu dalam melaksanakan kegiatan Humas

Memiliki Emosi stabil.

syarat petugas humas

Kemampuan Berkomunikasi
Kemampuan mengorganisir
Kemampuan bergaul
Memiliki integritas
Memiliki imajinasi yang kuat
Memiliki Pengetahuan yang memadai

Kemampuan KOMUNIKASI adalah Keterampilan dalam menyampaikan pesan secara

VERBAL :
Tulisan dan lisan jelas dan dapat diterima

VISUAL :
Dalam gambar, sebagai pribadi : cara berpakaian, bersikap.

Kemampuan MENGORGANISIR

Mengantisipasi masalah
Melihat secara rinci
Menyusun rencana
Melaksanakan program.

Kemampuan BERGAUL

Luwes / fleksibel
Toleransi tinggi
Wawasan luas
Simpatik
Pendengar yang baik.

MEMILIKI INTEGRITAS

Jujur
Dapat dipercaya
Menimbulkan rasa hormat.

MEMILIKI IMAJINASI KUAT :

Penuh gagasan
Mampu mencari jalan keluar, terutama ketika waktu mendesak.


metode humas
METODE-METODE DALAM
PENYAMPAIAN PESAN :

Media Relations (Print & Electronic)
= Identifying Media, Press Release, Press Kit, Press Gathering,
Press Conference, Press Workshop

Government Relations

Public Affair

Exhibition & Sponsorship

Seminars

Advertising (Corporate & Commercial)

Print & Audio Visual Production

Marketing Event

Lobbying

Research

Internal Relations.

Public Understanding (Pemahaman Publik)

Public Confidence (Kepercayaan Publik)

Public Support (Dukungan Publik)

Public Cooperation (Kerjasama Publik)

unsur publik relationship

 Good Image (Citra Baik)
Good Will (Itikad Baik)
Mutual Understanding (Saling Pengertian)
Mutual Confidence (Saling Percaya)
Tolerance (Toleransi).

memilih iklan atau kegiatan humas
Ditentukan oleh :
Anggaran biaya yang ada.
Kebutuhan kreativitas
Situasi Tingkat Kepercayaan
Informasi yang dibutuhkan (seluk beluk keadaan)

Bentuk komunikasi dalam kegiatan humas
1. KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Titik pandang : kepentingan bersama
Memahami individu itu unik
Pertimbangan harga diri
Petuah dari JOHN WANAMAKER : CELAAN
DAN KRITIK.

2. KOMUNIKASI KELOMPOK KECIL

(KARYAWAN DAN OPINION LEADER)

DALAM KELOMPOK ADA STRUKTUR, MEMILIKI TUGAS DAN
TANGGUNG JAWAB.


UNSUR PESAN :

Sense of belongingness, semakin kuat akan semakin mendukung
Ada sanksi
Memiliki ideologi atau keyakinan kelompok.


3. KOMUNIKASI PUBLIK :

Lebih luas dari kelompok kecil
Karakteristik beragam
Opini publik memiliki sifat : sangat peka terhadap
peristiwa, ditentukan oleh kepentingan pribadi.
Mudah berubah kecuali untuk kepentingan pribadi.

CARA MENGHADAPI OPINI PUBLIK :

Never Argue
Present Fact
Positive Statement.

4. KOMUNIKASI MASSA :

A – A PROCEDURE (FROM ATTENTION TO ACTION)
atau AIDDA.

Attention : Coersif atau Persuasif
Coersif : Memaksa, menunjukkan kekuasaan,
sifat tertekan
Persuasif : Informatif, bergerak secara sukarela,
menyenangkan.

MOTIVASI ADALAH ALAT PERSUASIF :

Kebutuhan diterima
Kebutuhan kekuasaan.

tingkat informasi yang di sampaikan dalam kegiatan humas
To inform (memberitahukan)
To explain (menjelaskan)
To suggest (menyarankan)
To persuade (mengajak / membujuk)
To invite (mengundang)
To convince (meyakinkan).


publik dalam kegiatan humas
PUBLIC TIDAK SAMA DENGAN MASYARAKAT (SOCIETY)

Sekumpulan orang yang dikonfrontasikan dengan suatu masalah, memperhatikan bagaimana mengatasi masalah itu dan terlibat dalam mempersoalkan masalah tersebut.

(Alfred Lee).


Sejumlah besar orang dimana antara yang satu dengan lainnya bisa tidak saling mengenal akan tetapi mempunyai perhatian dan minat yang sama terhadap suatu masalah.

(Emory Bogardus).

INTERNAL PUBLIC :

Employee Relations
Shareholder Relations

EXTERNAL PUBLIC :

Customer Relations
Media Relations
Government Relations
Community Relations
NGO Relations
Etc.

jenis relasi dalam humas
EMPLOYEE RELATIONS :

Bisa terpusat atau tersebar
Ada variasi :

 Pendapatan
Status sosial
Etnik

TUJUAN :
Terciptanya suasana menyenangkan
Rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban.

SHARE HOLDER RELATIONS :

Bentuk : LAPORAN KEUANGAN

TUJUAN :
Kepercayaan terhadap penggunaan dana
2. Ikut membina perkembangan perusahaan.


CUSTOMER RELATIONS :

TUJUAN :
Memperluas pasar
Memperkenalkan produk
Penerimaan publik.

GOVERNMENT RELATIONS :

TUJUAN :
Mengetahui undang-undang yang mempengaruhi perusahaan secara lebih dini
Mendapat fasilitas sesuai peraturan
Meningkatkan kepercayaan masyarakat.


PRESS RELATIONS :

TUJUAN :
Membangun reputasi / kredibilitas
Mempengaruhi publik.

COMMUNITY RELATIONS :

TUJUAN :
Menciptakan dukungan masyarakat
Menimbulkan rasa bangga
Memupuk rasa kekeluargaan.

RELATIONS lainnya:

SUPPLIER, DEALER, DISTRIBUTOR.


media humas

PRINT MEDIA :

Newspaper
Magazine
Bulletin
Tabloid.

ELECTRONIC MEDIA :

Radio
Television
Film.

OUTDOOR MEDIA :

Billboard
Banner
Poster
Etc.

CYBER MEDIA :
Internet



MEDIA CETAK / PRINT MEDIA

 Surat kabar / majalah
 Surat
 Foto
 Buku.

SIFAT INFORMASI :

Umum
Aktual
Lengkap dan menguntungkan perusahaan
Hindari bahasa muluk.



MEDIA ELEKTRONIK
a. Radio
Sifat Informasi “AUDIO” :

Penyampaian informasi cepat
Menjaga kesopanan
Menimbulkan keakraban
Tidak menjelaskan yang ilmiah.

b. Televisi / Film
Sifat Informasi “AUDIO VISUAL” :

Cepat diterima / dipahami
Dapat menjangkau yang “BUTA” huruf
Menghindari salah paham.


MEDIA LUAR RUANG

Papan reklame
Spanduk
Umbul-umbul.

SIFAT INFORMASI :

Singkat
Menimbulkan keingintahuan
Menarik perhatian / “Eye Catching”.

4. MEDIA LAIN :

Sponsorship
Special Events / ajang khusus
Internet (Cyber Media).

pertimbangan pemilihan media
di tentukan oleh:
Tujuan komunikasi.
Siapa publik ?
Berapa besar organisasi ?
Luas jangkauan informasi ?
Jenis produk ?
Bentuk organisai ?


merancang kegiatan humas
7 langkah kegiatan humas

Analisa situasi
Merumuskan tujuan
Menetapkan waktu
Menentukan publik
Menentukan anggaran
Pelaksanaan progran
Evaluasi.

tujuan kegiatan PR
Mengubah hal-hal yang negatif diproyeksikan oleh masyarakat menjadi hal-hal positif.


Hostility (permusuhan) vs Simpathy (sikap bersahabat).

Prejudice (prasangka) vs Acceptance (menerima)

Apathy (apatis) vs Interest (berminat)

Ignorance (ketidakperdulian) vs Knowledge (ingin lebih
tahu).


jenis kwegiatan humas
Preventif (Mencegah sebelum ada kasus)
Kuratif (Dilaksanakan karena ada kasus)
Khusus (Dirancang karena ada tujuan tertentu)
Evaluatif (Diselenggarakan sesudah ada kegiatan lain sebelumnya)

Kamis, 02 Juni 2011

Pengorganisasian



Definisi : Proses Pembentukan atau Penyusunan Struktur Organisasi

Proses design (membentuk atau merubah) suatu organisasi

Struktur Organisasi
Definisi : Kerangka formal dimana tugas dan pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan

Unsur – Unsur dalam Struktur Organisasi
Spesialisasi
Departementalisasi
Rantai Komando
Rentang Kendali
Sentralisasi
Desentrasisasi
Formalisasi

Spesialisasi
Spesialisasi : Sejauh mana tugas dan pekerjaan dalam organisasi dibagi-bagi menjadi pekerjaan tersendiri

Spesialisasi dikenal dengan pembagian tugas


Departementalisasi
Departementalisasi : Pengelompokan pekerjaan dalam organisasi menjadi satu group
Bentuk Departementalisasi :
Departementalisasi fungsional
Departementalisasi geografis
Departementalisasi produk
Departementalisasi proses
Departementalisasi pelanggan

Departementalisasi Fungsional
Definisi : pengelompokan pekerjaan berdasarkan fungsi yang dilaksanakan
Kelebihan : spesialisasi mendalam, efisiensi dalam koordinasi
Kekurangan : komunikasi yang buruk, gap departemen

Departementalisasi Geografis
Definisi : pengelompokan pekerjaan berdasarkan wilayah kerja
Kelebihan : penanganan masalah yang efektif, malayani kebutuhan pasar lbh baik
Kekurangan : fungsi yang rangkap, gap antar wilayah

Departementalisasi Produk
Definisi : Pengelompokkan pekerjaan berdasarkan produk yang dihasilkan
Kelebihan : spesialisasi mendalam, dekat dg pelanggan
Kekurangan : fungsi rangkap, gap antar produk

Departementalisasi Proses
Definisi : Pengelompokan pekerjaan sesuai dengan arus proses (produk)
Kelebihan : arus kegiatan lebih efisien
Kekurangan : hanya bisa digunakan oleh proses tertentu


Departementalisasi Pelanggan
Definisi : Pengelompokan pekerjaan berdasarkan pelanggan
Kelebihan : kebutuhan pelanggan cepat terpenuhi
Kekurangan : fungsi yang rangkap


Rantai Komando
Definisi : garis wewenang yang menghubungkan tingkat atas organisasi sampai tingkat paling bawah, menjelaskan siapa melapor pada siapa
Wewenang : hak yang dipunyai oleh posisi manajerial untuk memberikan arahan apa yang harus dilakukan
Tanggung jawab : kewajiban untuk melaksanakan tugas yang dibebankan

Rentang Kendali
Definisi : Jumlah bawahan yang harus dikelola oleh seorang atasan secara efektif dan efisien

Rentang kendali berhubungan dengan berapa banyak perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk menggaji karyawan

Sentralisasi
Sentralisasi : Sejauh mana pengambilan keputusan terpusat pada suatu titik

Keputusan diambil oleh manajemen puncak tanpa mendapat masukan dari karyawan tingkat bawah


Desentralisasi
Desentralisasi : Sejauh mana karyawan tingkat bawah terlibat dalam pengambilan keputusan

Keputusan diambil atas dorongan dan masukan dari karyawan tingkat bawah

Formalisasi
Definisi : sejauh mana pekerjaan dalam organisasi terstandarisasi dan perilaku karyawan dibimbing oleh aturan dan prosedur

Penerapan unsur-unsur struktur organisasi dalam sebuah organisasi

Jenis – Jenis Organisasi
Organisasi Tradisional (mekanik)
Spesialisasi tinggi
Sangat terdepartementalisasi
Rantai komando jelas
Rentang kendali sempit
Sentralisasi
Formalisasi tinggi


Organisasi Kontemporer (Organik)
Spesialisasi rendah
Relatif tidak terdepartementalisasi
Rantai komando kurang jelas
Rentang kendali lebar
Desentralisasi
Formalisasi rendah

Faktor kontingensi jenis organisasi

Strategi dan struktur :
Inovasi
Minimalisasi biaya
Initasi
Ukuran organisasi :
Besar
Kecil

Teknologi proses :
Batch proses
Produksi masal
Proses berkelanjutan
Kondisi lingkungan :
Dinamis
Statis

Jenis – Jenis Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Tradisional
Struktur organisasi sederhana
Struktur organisasi fungsional
Struktur organisasi Divisi
Struktur Organisasi Kontemporer
Struktur organisasi tim
Struktur organisasi matriks
Struktur organisasi project
Struktur organisasi unit mandiri

ALAT – ALAT PERENCANAAN

Merupakan alat yang digunakan untuk :


Menentukan Sasaran
Menentukan Standar
Mengalokasikan Sumber Daya
Menentukan Penjadwalan
Menentukan Prioritas Kerja

Teknik Perencanaan

Teknik Untuk Menilai Lingkungan
Pengamatan Lingkungan (Environmental Scanning) : Teknik perencanaan dengan melakukan penilaian terhadap kondisi lingkungan saat ini ataupun masa yang akan datang
Intelegent Pesaing
Pengamatan Global

Peramalah : teknik perencanaan untuk meramalkan hasil yang akan dicapai
Peramalan Kuantitatif : analisis rangkaian waktu, model regresi, model ekonometri, indikator ekonomi, efek substitusi

Peramalan Kualitatif : pendapat juri, komposisi armada penjualan, evaluasi pelanggan

Benchmarking (penilaian diri terhadap standar pihak lain): teknik perencanaan dengan menilai kinerja terbaik pesaing atau bukan pesaing untuk diimplementasikan pada sistem organisasi
Tahap Implementasi Benchmarking :


Teknik Pengalokasian Sumber Daya :
Anggaran : Teknik pengalokasian sumber daya yang dituangkan dalam bentuk numerik
Anggaran Kas
Anggaran Pengeluaran
Anggaran Pemasukan
Anggaran Laba

Gantt Chart : dikenalkan oleh Henry Gantt, merupakan grafik batang dimana sumbu vertikal berisi tentang jenis kegiatan dan sumbu horisontal tentang waktu kegiatan

Grafik beban : pengembangan dari grafik Gantt, yang membedakannya pada sumbu vertikal berisi tentang orang yang mengerjakan kegiatan

PERT/CPM : merupakan diagram alur yang menghubungkan urutan aktifitas proyek, biaya dan waktu pelaksanaan

Pada analisa PERT/CPM diperoleh kegiatan yang tidak boleh tertunda yang akan menentukan umur proyek sesuai dengan standar yang ditentukan

Analisa Titik Impas (Break Event Analysis) : teknik yang digunakan untuk mengetahui kapan titik impas (pengembalian modal) bisa dicapai
Rumus : BE = TFC/(P – VC)
BE = titik impas
TFC = Total Fixed Cost
P = Price
VC = Variable Cost

Teknik Kontemporer
Manajemen Proyek : Teknik perencanaan dengan mengurutkan kegiatan yang dibatasi oleh waktu, biaya dan kualitas
Proses manajemen Proyek


Manajemen Skenario : Teknik perencanaan dengan menentukan pandangan yang konsisten terhadap masa depan yang ingin dicapai

Rabu, 01 Juni 2011

PERENCANAAN



Perencanaan
Fungsi dari manajemen yang mencakup :
Penentuan sasaran
Penentuan strategi untuk mencapai sasaran
Penyusunan rencana pencapaian sasaran
Pengalokasian sumber daya
Penjadwalan

Tujuan Perencanaan
Menentukan arah koordinasi pencapaian sasaran organisasi
Mengurangi dampak perubahan
Mencegah pemborosan dan pekerjaan yang overlaping
Menjadi standar dalam pengendalian

Kelemahan Perencanaan
Menyebabkan kekakuan dalam pelaksanaan rencana
Tidak dapat digunakan dalam kondisi lingkungan yang dinamis
Membatasi kreativitas dan intuisi
Digunakan untuk persaingan saat pelaksanaan

Elemen dalam Perencanaan
Sasaran : Hasil yang ingin dicapai oleh individu, kelompok dan organisasi

Rencana : Dokumen yang memuat tentang strategi pencapaian sasaran, pengalokasian sumber daya, penjadwalan dan penentuan tindakan yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi

Karakteristik Sasaran
S  Spesifik
M  Measurable
A  Assignable
R  Realistic
T  Timeble

Penerapan Sasaran

Secara Tradisional : penetapan sasaran yang diawali oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh manajemen tingkat menengah sampai ke karyawan non-manajerial

Management By Objective (MBO) : penentapan sasaran yang melibatkan karyawan dan atasan, dan dilakukan peninjauan kemajuan secara berkala, dan pemberian imbalan terhadap kemajuan tersebut

Tahap Penetapan Sasaran
Mengkaji misi/tujuan organisasi
Mengevaluasi sumber daya
Meminta masukan dari pihak lain
Sosialisasi sasaran pada seluruh lapisan organisasi
Mengkaji pencapaian sasaran

Jenis - Jenis Rencana
Menurut Ukuran/Luas :
Rencana Strategis : rencana yang berlaku bagi organisasi secara keseluruhan untuk mencapai sasaran umum organisasi

Rencana Opersional : Rencana yang memerinci cara pencapaian suatu sasaran

Menurut Waktu :
Rencana Jangka Pendek : rencana yang dilaksanakan >= 1 tahun

Rencana Jangka Menengah : rencana yang dilaksanakan 1 – 3 tahun

Rencana Jangka Panjang : rencana yang dilaksanakan lebih dari 3 tahun

Menurut Kekhususan :
Rencana Pengarahan : rencana yang fleksible dan menjadi pedoman umum

Rencana Perincian : Rencana yang didefinisikan dengan jelas sehingga tidak ada ruang untuk menafsirkan

Menurut frekuensi penggunaan
Rencana Sekali Pakai : rencana yang hanya digunakan satu kali saja untuk memenuhi situasi yang unik

Rencana Terus Menerus : rencana yang berkesinabungan dan digunakan sebagai pedoman untuk kegiatan yang berulang

Manajer



Definisi : Orang yang bekerja melalui orang lain dengan cara mengkoordinasikan kegiatan2 untuk mencapai sasaran suatu organisasi

Tingkatan Manajer

Manajer line 1 : manajer yang bekerja mengelola pekerjaan karyawan non-manajerial /karyawan yang membuat produk suatu organisasi (mandor, group leader, supervisor)

Manajer Tingkat Menengah : manajer yang bekerja mengelola pekerjaan manajer line pertama (kepala departemen, kepala biro, manajer toko)

Manajer Puncak : manajer yang menentukan dan membuat keputusan suatu organisasi secara keseluruhan (CEO, Vice President, Ketua Dewan Direksi)

Peran Manajer

Hubungan Antar Individu/Personal : peran manajer yang berhubungan dengan aktivitas sosial dan ceremonial
Headfigure (pemimpin simbolik): peran manajer yang berhub dengan aktivitas sosial dan simbolik

Leader (pemimpin) : peran manajer yang berhub dengan kegiatan yang berhubungan dengan bawahan

Liaison (penghubung) : peran manajer yang berhub dengan kegiatan yang dilakukan dengan pihak luar

Informasional : peran manajer yang berhubungan dengan aktivitas pencarian, penerimaan dan penyebaran informasi

Monitor (Pemantau) : peran manajer yang berhubungan dengan pencarian informasi
Disseminator (penyebar) : peran manajer yang berhubungan dengan penyebaran informasi dalam organisasi
Spokesperson (juru bicara) : peran manajer yang berhubungan dengan penyebaran informasi terhadap pihak lua

Pengambil Keputusan : peran manajer yang berhubungan dengan pengambilan keputusan

Enterpreuneur (Kewirausahaan) : peran manjer untuk membuat perubahan/inovasi
Resources Allocator (pengalokasi SD) : peran manajer untuk mengalokasikan sumber daya
Disturbance Handler (penghilang gangguan) : peran manajer untuk menyelesaikan permasalahan
Perunding : peran manajer untuk membuat keputusan besar yang berhubungan dengan pihak luar

Keahlian Manajer
Keahlian Teknis : keahlian manajer yang berhubungan dengan spesialisasi pekerjaan

KeahlianTentang orang : keahlian manajer yang berhubungan dengan sosialisasi dengan orang lain

Keahlian Konseptual : keahlian manajer yang berhubungan dengan kemampuan untuk melihat keterkaitan elemen organisasi secara keseluruhan

Manajemen & Organisasi




Manajemen

Definisi : Proses pengorganisasian kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi

Efektif & Efisien
Efektif : melakukan pekerjaan yang benar
Efisien : melakukan pekerjaan dengan benar

Kegiatan dalam Proses manajemen
Perencanaan : Fungsi manajemen yang mencakup penentuan tujuan, penetapan strategi dan penyusunan rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan dalam mencapai tujuan

Pengorganisasian : fungsi manajemen yang mencakup penentuan tugas, pengelompokan pekerjaan, siapa yang melakukan tugas dan dimana keputusan harus diambil

Kepemimpinan : fungsi manajemen yang mencakup pemberian motivasi karyawan, mempengaruhi bawahan dan tim kerja, memecahkan permasalahan dan membuat saluran komunikasi yang efektif

Pengendalian : fungsi manajemen yang mencakup monitoring kinerja aktual, membuat koreksi terhadap ketidaksesuaian dan membandingkan kinerja dengan standar

Organisasi
Definisi : pengaturan yang disengaja terhadap sejumlah orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Syarat2 Organisasi


Tipe Organisasi
Konterporer
Dinamis
Fleksibel
Orientasi pelanggan
Karyawan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
Tenaga kerja beragam
Hari kerja tertentu

Tradisional
Stabil
Tidak Fleksibel
Orientasi peraturan
Manajer yang mengambil keputusan
Tenaga kerja homogen
Hari kerja tergantung deadline

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites