Minggu, 22 Mei 2011

HUBUNGAN ANTAR KONDISI



Kadang – kadang dalam suatu masalah terdapat beberapa kondisi atau persyaratan yang saling enentukan. Hubungan antar kondisi ini biasanya terdiri dari dua hubungan, yaitu :

1. Hubungan DAN (AND)
Hubungan Dan (AND) merupakan hubungan antar kondisi yang mensyaratkan kedua kondisi terpenuhi. Jika salah satu dari kondisi tidak terpenuhi maka proses/tindakan selanjuynya yang dilakukan adalah kondisi yang bernilai false atau Tidak (T).

Contoh :
• Untuk menentukan penerimaan calon pegawai ditentukan criteria sebagai berikut :

Umur di bawah 30 tahun dan
Nilai Test lebih besar dari 60

2. Hubungan ATAU (OR)
Hubungan ATAU merupakan hubungan antar kondisi yang mensyaratkan hanya salah satu kondisi yang terpenuhi. Kondisi bernilai false atau tidak hanya dapat tercapai jika kedua kondisi tidak terpenuhi.

Contoh :
• Tunjangan pension diberikan kepada pegaai yang berusia lebih dari 60 tahun. Untuk pegawai yang mempunyai masa kerja lebih dari 25 tahun juga mendapatkan tunjangan tersebut.

STRUKTUR LOOPING



Struktur Perulangan (Looping Structure)

Struktur perulangan akan melakukan proses berulang-ulang selama kondisi bernilai TRUE atau selama kondisi perulangan terpenuhi.

Dan kondisi akan berhenti jika hanya keadaan berubah menjadi FALSE atau kondisi perulangan tidak terpenuhi.

Pemutaran kembali, terjadi ketika mengalihkan arus diagram alur kembali ke atas, shg bbrp alur berulang bbrp kali.


  (1) Variabe A diberi harga 1
(2) Var. A berubah hrg menjadi 2
(3) Var.B diberi hrg sebesar hrg A
dikalikan hrg A atau B = 2 x 2 = 4
(4) Harga B dicetak
Lalu ke (2), (3),(4) & kembali
lagi ke (2) dstnya...
Jadi yang akan tercetak adalah harga-harga 4,9,16, ... dst.

Bentuk umum penulisan proses LOOP :

1. Statement WHILE ….. DO
2. Statement REPEAT ……. UNTIL
3. Statement FOR ……
a. Statement FOR + ( For nilai awal To nilai akhir )
b. Statement FOR – ( For nilai akhir To awal )
c. Statement FOR bersarang ( Nested Loop )

1. Statement WHILE ….. DO
Perulangan digunakan untuk melaksanakan blok statement selama kondisinya benar. Dalam perulangan ini kondisi diuji terlebih dahulu.

Bentuk umum :
 
WHILE DO
Begin
...
...
End;

Contoh perulangan WHILE … DO :
...
I := 0
While I < 4 Do Begin writeln(I); I := I + 1; End; ... Jika dieksekusi, maka hasilnya adalah : 0 1 2 3 2. Statement REPEAT ….. UNTIL Perulangan ini melakukan uji kondisi pada akhir perulangan. Artinya, perulangan (loop) dikerjakan terlebih dahulu kemudian baru kondisi diuji. Proses akan diulang sampai suatu kondisi yang diberikan bernilai benar. Bentuk umum :   REPEAT ... ... UNTIL;

Contoh perulangan REPEAT … UNTIL :
...
I := 0
Repeat
writeln(I);
I := I + 1;
Until I = 4;
...

Jika dieksekusi, maka hasilnya adalah :
0
1
2
3

3. Statement FOR …..
Perulangan dengan statement FOR digunakan untuk mengulang statement atau satu blok stetement berulang kali sejumlah yang telah ditentukan.

Macam-macam perulangan statement FOR :
Statement FOR + ( For nilai awal To nilai akhir )
Statement FOR – ( For nilai akhir To awal )
Statement FOR bersarang ( Nested Loop )

a. Statement FOR + ( For nilai awal To nilai akhir )
Bentuk umum :
 
FOR {Batas Awal} TO {Batas Akhir} DO
Begin
{Statement-1};
{Statement-2};
...
...
{Statement-N};
End;

Contoh
...
FOR I := 1 To 5 DO
Begin
writeln(I);
End;


Jika dieksekusi, maka hasilnya adalah :
1
2
3
4
5

b. Statement FOR - ( For nilai akhir To nilai awal )
Bentuk umum :
 
FOR {Batas Awal} DOWNTO {Batas Akhir} DO
Begin
{Statement-1};
{Statement-2};
...
...
{Statement-N};
End;

Contoh
...
FOR I := 5 DownTo 1 DO
Begin
writeln(I);
End;

Jika dieksekusi, maka hasilnya adalah :
5
4
3
2
1

c. Statement FOR bersarang ( Nested Loop )
Biasanya dalam pembuatan program, perulangan tidak hanya satu kali saja, bahkan dalam sebuah perulangan bisa terdapat perulangan yang lain.

Perulangan yang terdapat dalam perulangan yang lain disebut Perulangan Tersarang atau Nested Loop.

Contoh :
FOR I := 1 To 3 DO
Begin
writeln(I,’ Logika’);
FOR J := 4 DownTo 1 DO
Begin
writeln(J,’ Algoritma’);
End;
End;

Jika dieksekusi, maka hasilnya adalah :
1 Logika
4 Algoritma
3 Algoritma
2 Algoritma
1 Algoritma
2 Logika
4 Algoritma
3 Algoritma
2 Algoritma
1 Algoritma
3 Logika
4 Algoritma
3 Algoritma
2 Algoritma
1 Algoritma

Jumat, 20 Mei 2011

INTERPRETASI PERSOALAN KE DALAM FLOWCHART



Kaidah – kaidah Pembuatan Flowchart
Flowchart merupakan gabaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan computer, sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu program dengan program lainnya.

Namun secara garis besar, setiap pengolahan terdiri dari 3 bagian utama, yaitu :
• Input berupa bahan mentah
• Proses pengolahan
• Output berupa bahan jadi


Urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu :
• START
Berisi perintah untuk persiapan peralatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan persoalan.
• READ
Berisi perintah untuk membaca data dari suatu peralatan input
• PROCESS
Berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
• WRITE
Berisi perintah untuk merekam hasil kegiatan ke peralatan output.
• END
Mengakhiri kegiatan pengolahan

Walaupun tidak ada kaidah – kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran, yaitu :
• Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjdi singkat.
• Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas
• Sebuah flowchartdiawali dari satu titik START / MULAI dan diakhiri dengan END / SELESAI

Akumulator
Akumulator merupakan tempat penampungan suatu nilai, nilai yang masuk akan dijumlahkan dengan nilai yang ada di dalamnya, sehingga akumulator dapat dipakai untuk menentukan Nilai Total dari penjumlahan suatu bilangan.
Dalam implementasi bentuk flowchart, akumulator digambarkan dengan menggunakan symbol proses (persegi panjang), Misalnya untuk menghitung nilai total seluruh gaji pegawai maka dapat digambarkan sebagai berikut :



Pada awal proses TOTGAJI bernilai 0, pada waktu proses di atas dilaksanakan, besarnya nilai GAJI ditambahkan akumulator TOTGAJI.

Analisa Persoalan
Untuk mengimplementasikan persoalan ke bentuk flowchart, maka dilakukan analisa masalah dengan merinci spesifikasi programnya.

Spesifikasi terdiri dari :
• Penentuan hubungan antara data input dengan hasil pengolahan
• Penentuan hubungan antara data input dengan pengolahannya
• Penentuan hubungan antara pengolahan dengan data Output.
• Penentuan prosedur/langkah – langkah pengolahannya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites