Sabtu, 10 Maret 2012

Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan


Bekerja di kota besar seperti di ibukota Jakarta berbeda dengan bekerja di kota seperti Bandung atau bahkan di kota Denpasar yang juga penuh kesibukan. Ritme yang berputar cepat di kota Jakarta dapat membuat orang-orang yang bekerja di kota ini juga akan berputar cepat juga. Selain suasana kerja dan pribadi , suasana kota tempat tinggal juga dapat mempengaruhi feeling atau mood seseorang untuk bekerja.

Sering kali produktivitas bekerja seorang karyawan dapat dipengaruhi oleh banyak factor dan banyak hal. Seperti contoh suasana lalu lintas yang macet yang dialami hampir setiap orang ketika hendak berangkat kerja akan sangat mempengaruhi akan emosi nya, atau juga dapat di tempat kerja suasana interaksi antara sesama karyawan atau juga dengan pimpinan perusahaan dapat mempengaruhi juga akan produktivitas seorang karyawan. Bila semua itu tercampur dan semakin tidak menentu maka pekerjaan yang diharapkan selesai sesuai dengan target yang ada ternyata tidak terjadi. Dan hal itu sudah pasti akan mengganggu akan produktivitas dalam bekerja.

Hal ini pernah saya dan juga beberapa rekan sekerja saya alami dan saya yakin hampir setiap orang yang bekerja di pusat ibukota mengalami hal yang sama. Fakta ini tidak bisa dipungkiri atau dihindari. Dan harus ada jalan keluar dan solusi yang ditemukan supaya perusahaan terus berlanjut dan berkembang maju.

Ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan agar tingkat produktivitas karyawan dalam bekerja dapat meningkat dan tetap terjaga pada kondisi apapun yang terjadi (kemacetan, hujan, dll) :

1. Ciptakanlah cara berpikir positif dalam segala hal dalam lingkungan perusahaan.

Segala sesuatu dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari dalam perusahaan. Bisa baik ataupun buruk. Terkadang bahkan apa yang diharapkan seperti keajuan perusaaan tiba-tiba hilang dan malah berganti dengan hal yang buruk. Jadilah tenang, dan tetap menjaga pikiran , jangan menjadi panic dan hadapi dengan kepala dingin, dan tetap berpikir bahwa semua yang terjadi baik atau buruk sudah ada yang mengaturnya dan tidak mungkin sesuatu itu terjadi tanpa ada yang mengatur. Sehingga ketika kita berpikir demikian kita akan bisa berpikir dan menemukan jalan kelaur atau langkah-langkah apa yang harus diambil dan kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

2. Ciptakan budaya bertanggung jawab yang tinggi.

Untuk meningkatkan akan produktivias akan karyawan , maka biarkan tiap-tiap orang mengambil bagian dalam setiap project yang ada di dalam perusahaan.

Ada sebuah stasiun televisi disebuah surat kabar dan majalah yang menceritakan rahasia kesuksesan stasiun televisi yang dipegangnya adalah ketika ia memberikan kesempatan kepada setiap karyawannya untuk mau bertanggung jawab pada setiap acara yang ada di stasiun tv nya. Dan sejak itu selain stasiun TV nya berkembang maka sumber daya manusia setiap karyawannya pun berkembang dengan cepat.

3. Berani untuk mengakui kegagalan atau kesalahan dan bersedia untuk memperbaikinya.

Berani mengakui kesalahan atau kegagalan bukanlah hal yang mudah. Tetapi bila sikap seperti itu dimulai atau dijadikan habit dari Pimpinan-nya terlebih dahulu dengan membuat dirinya menjadi contoh dan teladan maka itu merupakan suatu pembelajaran yang melebihi sebuah teori yang paling terkenal sekalipun.

4. Menerima keberadaan orang lain apa adanya.

Setiap manusia di ciptakan unik oleh Sang Pencipta. Ada kekurangan dari seseorang tapi ada kelebihannya pula yang dapat diambil dari orang itu pula, Pemilik Perusahaan , harus dapat memiliki sikap demikian kepada karyawannya sehingga karyawannya merasa nyaman dan tidak merasa punya banyak kekurangan atau yang berkelebihan juga menjadi tidak merasa tinggi. Supardi dan Anwar, 2004:52 menyatakan social need yang ada dalam diri manusia adalah suatu tuntutan kebutuhan akan rasa cinta dan rasa kepuasan didalam menjalani hubungan dengan orang lain. Rasa kepuasan dan perasaan diterima dan dikasihi dalam suatu kelompok, rasa kekeluargaan, persahabatan, dan kasih saying itulah yang diinginkan oleh setiap individu.

Sprietzer and Porath (2012) menyatakan bahwa Suatu Perusahaan bila ingin memiliki perusahaan yang maju dan bertumbuh dengan pesat adalah ketika dapat melihat akan karyawannya yang mau berkembang dan berprestasi serta memiliki energy yang besar (potensil), memiliki komitmen, sangat menyenangi akan pekerjaannya dan mau untuk diajak menuju perubahan kearah yang lebih baik sewaktu-waktu.

Maka dengan demikian menurut Sprietzer and Porath, karyawan yang seperti itu sangat berpotensil untuk meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan dapat menciptakan akan rambu-rambu seperti diatas dengan jelas dan diperkenalkan bahkan di terapkan dengan baik dan dapat merubah paradigma secara umum pada perusahaan yang telah ada selama ini.

SUMBER


tinggalkan komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites