Sabtu, 30 Juli 2011

PRINSIP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN



I. Management Information System (MIS), Sistem Informasi Manajemen

Merupakan sistem manual atau berdasarkan computer yang mentransformasikan data-data menjadi informasi yang bermanfaat dalam mendukung pengambilan keputusan.
MIS bisa dikelompokkan berdasarkan tiga fungsi berikut:
1. Untuk menghasilkan laporan-laporan
Misalnya: laporan keuangan, laporan status persediaan,laporan kinerja yang dibutuhkan secara rutin atau tidak.
2. Untuk menjawab pertanyaan “What-if“ yang dikemukakan oleh manajemen,
Misalnya : “apa yang terjadi dengan aliran kas apabila perusahaan merubah persyaratan kreditnya bagi pelanggan?”bisa dijawab dengan MIS. Jenis MIS ini disebut Simulation
3. Untuk mendukung pengambilan keputusan.
Bentuk MIS ini disebut Sistem pendukung keputusan (Decision Support System,DSS). DSS mencoba mengintegrasikan pengambil keputusan, gudang data, dan model kuantitatif yang digunakan.

II. Kebutuhan Manajemen Akan Informasi

Sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan dapat dibedakan menjadi dua tipe:
A. Akuntansi Manajemen sebagai suatu tipe Akuntansi
B. Akuntansi Manajemen sebagai suatu tipe Informasi

A. Pengertian Dan Perkembangan Akuntansi Manajemen Sebagai Suatu Tipe Akuntansi

1. Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe Akuntansi

Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi dapat dibandingkan dengan akuntansi keuangan karena mempunyai karateristik yang berlainan yang disebabkan oleh perbedaan pemakai/pengguna informasi keuangan.
Akuntansi Keuangan diperlukan untuk memenuhi informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen puncak dan pihak luar perusahaan.
Akuntansi Manajemen diperlukan untuk memenuhi keperluan manajemen (laporan yang berbeda untuk Manajer yang berbeda) dalam melaksanakan perencanaan dan pengendaliaan perusahaan. Informasi akuntansi manajemen tidak didistribusikan untuk pihak luar perusahaan.

Oleh Karena karakteristik keputusan yang dibuat oleh pihak luar berbeda dengan karakteristik keputusan yang dibuat oleh manajer, maka hal ini berdampak pada karakteristik sistem pengolahan informasi akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan. Perbedaannya terletak pada :
a. Dasar pencatatan
b. Fokus informasi
c. Lingkup informasi
d. Sifat Laporan yang dihasilkan
e. Keterlibatan dalam perilaku manusia
f. Disiplin Sumber Yang Memadai
g. Badan Usaha yang melaporkan
h. Periode pelaporan


AKUNTANSI KEUANGAN AKUNTANSI MANAJEMEN
Dasar Pencatatan Menggunakan prinsip akuntansi yang yang diterima umum, Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) Tidak terikat dengan prinsip akuntansi umum, tetapi lebih didasarkan manfaat. Logika dan pengalaman.
Fokus Informasi Informasi ke keuangan masa lalu Informasi keuangan masa lalu dan masa yang akan datang.

Lingkup Informasi Informasi keuangan perusahaan secara keseluruhan Informasi keuangan pada bagian-bagian tertentu dari perusahaan

Sifat Laporan yang dihasilkan Ringkasan dan informasi yang teliti Laporan yang rinci dan relevan dengan masalah yg dihadapi oleh pengambil keputusan
Berfokus pada estimasi hasil yang diharapkan pada periode berikutnya.

Keterlibatan dalam perilaku manusia Lebih mementingkan pengukuran kejadian-kejadian ekonomi Pengukuran kinerja manajemen diberbagai jenjang organisasi

Disiplin sumber yang memadai Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi dan psikologi sosial

Badan usaha yang melaporkan Perusahaan yang dianggap sebagai satu kesatuan Subbagian dari bisnis seperti: departemen, lini poduk atau jenis aktivitas

Periode Pelaporan Periode berjalan (terakhir) dgn perbandingan periode sebelumnya. Biasanya pertahun,perkuartal,perbulan
Pertahun, perkuartal, perbulan, perminggu, harian.

Walaupun terdapat perbedaan diantara keduanya , namun terdapat persamaan-persamaan antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen yaitu:
1. Prinsip akuntansi yang diterima umum dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen.
2. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menggunakan informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang diisajikan kepada para pemakainya.

2. Perkembangan Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe Akuntansi

Dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan :
a. Pencatat Skor ( Score keeping )
b. Penarik Perhatian manajemen ( Attention Directing )
c. Penyedia informasi untuk pemecahan masalah ( Problem Solving)

a. Pencatat Skor ( Score keeping )

Untuk memenuhi fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen, akuntansi manajemen harus memenuhi persyaratan : teliti,relevan dan andal (reliable).
- Ketelitian: Ketelitian sangat mutlak diperlukan, karena informasi yang disajikan kepada manajemen akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka.
- Relevansi: Relevansi informasi dengan keputusan yang dilakukan oleh pemakai informasi dipengaruhi oleh pendekatan yang dilakukan oleh akuntan manajemen dalam mengolah data akuntansi.
Manajemen menempuh 2 pendekatan:

1. The historical communication approach
Dalam hal ini Akuntansi manajemen bertujuan untuk menghasilkan informasi historis untuk memenuhi segala macam tujuan. Dalam pendekatan ini, akuntansi manajemen didominasi oleh pengumpulan dan penyajian secara teliti informasi biaya yang telah terjadi di masa lalu, dan pemakai laporan dipersilahkan untuk melakukan penyesuaian
(adjustment) terhadap informasi akuntansi yang diterima sesuai dengan kebutuhan.

2. The User Decision Model Approach
Dalam hal ini akuntansi manajemen berpusat pada keputusan-keputusan potensial yang akan dipengaruhi oleh informasi akuntansi. Akuntan manajemen disamping mempertimbangkan relevansi informasi dengan alternatif yang dipertimbangkan oleh pengambil keputusan, juga mempertimbangkan biaya dan manfaat informasi tersebut.

- Andal (reliable)
Sebagai pencatat score yang baik, informasi akuntansi manajemen harus bebas dari kecenderungan yang memihak pada manajer tertentu dalam menyajikan laporannnya.



b. Penarik Perhatian Manajemen ( Attention Directing )
Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi harus menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, sehingga manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi.

c. Penyedia Informasi Untuk Pemecahan Masalah ( Problem Solving)
Untuk mengurangi ketidakpastian ketika manajemen menghadapi masalah yang harus diputuskan pemecahannya, maka manajemen memerlukan informasi,diantaranya informasi akuntansi dari akuntan manajemen.

B Akuntansi Manajemen Sebagai Suatu Tipe Informasi

Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah pengetahuan. Diantara berbagai tipe informasi, akuntansi merupakan salah satu informasi kuantitatif, dan akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe informasi akuntansi diantara dua tipe informasi yang lain : yaitu informasi operasi dan informasi akuntansi keuangan.

Mengapa informasi kuantitatif?
Informasi kuantitatif lebih berperan dalam mengurangi ketidakpastian bila dibandingkan dengan informasi nonkuantitatif.

Mengapa informasi akuntansi?
Akuntansi merupakan alat untuk berfikir bisnis ( ekonomis rasional ) dan untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran bisnis manajer kepada bawahan dan atasannya, kepada manajer lain dan kepada pihak luar.
Keterbatasan pengetahuan manajer tentang akuntansi sebagai bahasa bisnis akan mengakibatkan tidak dimilikinya ketajaman analisis bisnisnya dalam mengelola perusahaannya.

Penggolongan Informasi Akuntansi
1. Informasi Operasi
Informasi ini merupakan bahan baku untuk mengolah tipe informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Contohnya: jumlah kilogram bahan baku yang dipakai dalam produksi, jumlah sediaan produk jadi yang ada digudang.
2. Informasi Akuntansi keuangan
Informasi akuntansi keuangan diperlukan oleh pihak luar untuk pengambilan keputusan guna menentukan hubungan antara pihak luar tersebut dengan perusahaan.
Informasi Akuntansi Keuangan juga dibutuhkan oleh manajemen puncak.Informasi akuntansi keuangan dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Informasi Akuntansi Keuangan. Informasi akuntansi keuangan umumnya disajikan kepada pihak luar perusahaan dalam bentuk laporan keuangan : neraca, laporan laba-rugi,laporan perubahan ekuitas dan laporn arus kas.

3. Informasi Akuntansi Manajemen
Informasi akuntansi manajemen disajikan kepada manajemen perusahaan dalam berbagai laporan keuangan seperti: anggaran, laporan penjualan,laporan biaya produksi,laporan biaya menurut pusat pertanggunganjawaban,laporan biaya menurut aktifitas,laporan biaya mutu, laporan biaya pemasaran dan lain-lain.
Informasi Akuntansi Manajemen diperlukan oleh manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen:
a. Perencanaan : menetapkan sasaran dan sarana untuk mencapainya.
b. Pengendaliaan (kontrol) aktivitas perusahaan: implementasi dari perencanaan dan penggunaan umpan-balik (evaluasi ) supaya sasaran dapat dicapai secara optimal.

III. Tipe Informasi Akuntansi Manajemen

Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal :
1. Objek Informasi
Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan objek informasi, seperti produk, departemen atau aktifitas maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi penuh.
2. Alternatif yang akan dipilih
Jika informasi akuntansi dihubungkan dengan alternative yang akan dipilih , yang sangat diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi differensial.
3. Wewenang Manajer
Jika informasi akuntansi dihubugjkan dengan wewenang manajer, yang sangat bermanfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi. Maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi pertanggungjawaban.

A. Manfaat Tipe Informasi Akuntansi Manajemen

1. Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information)
Informasi akuntansi penuh mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang ,mencakup informasi aktiva ( Full Asset Information) , pendapatan ( Full Revenue Information )dan biaya.( Full cost Information)
Informasi akuntansi penuh masa lalu bermanfaat untuk :
a. Pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan
b. Analisa untuk kemampuan menghasilkan laba
c. Penentuan harga jual dalam cost type contrak,
d. Jawaban atas pertanyaan “ berapa biaya yang telah dikeluarkanuntuk sesuatu”
Informasi penuh masa yang akan datang bermanfaat untuk :
a. Penyusunan program
b. Penentuan harga jual normal
c. Penentuan harga transfer
d. Penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah
2. Informasi Akuntansi Diferensial ( Differential Accounting Information )
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan lain.
Informasi akunrtansi diferensial terdiri dari aktiva, pendapatan dan biaya. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya differensial ( differential costs )
Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut pendapatan differensial ( differential revenues )
Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva differensial ( differential Assets )

Informasi Akuntansi Diferensial mempunyai dua unsur pokok:
b. Informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif tindakan yang dihadapi oleh pengambil keputusan.
Informasi ini bermanfaat oleh manajemen dalam pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif-alternatif yang tersedia.
c. Informasi akuntansi yang bermanfaat adalah informasi akuntansi yang berbeda diantara tiap-tiap alternatif yang akan dipilih.

3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban ( Responsibility Accounting Information )
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu.

Manfaat Informasi akuntansi pertanggungjawaban dimasa yang akan datang
Untuk penyusunan anggaran: setiap manajer dalam organisasi merencanakan aktiva,pendapatan dan biaya yang menjadi tanggungjawabnya dibawah koordinasi manajemen puncak.

Manfaat Informasi akuntansi pertanggungjawaban dimasa lalu :
a. Untuk menganalisis kinerja manajer
b. Untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana yang dituangkan dalam anggaran.

B. Trend Yang Mempengaruhi Akuntansi Manajemen
Diawal perkembangannya sampai akhir tahun 1914, akuntansi manajemen berorientasi pada penentuan kos produk dengan penelusuran profitabilitas produk secara individual dan penggunaan informasi tersebut untuk pengambilan keputusan strategik. Informasi yang dihasilkan dimanfaatkan oleh pemilik sekaligus pemimpin perusahaan dan pemakai intern yang lain.
Perubahan orientasi akuntansi manajemen dari pemakai intern ke penyediaan informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan berlangsung sampai awal tahun 90-an.
Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen adalah:
1. Kemajuaan teknologi informasi : Akuntan manajemen mampu melakukan rekayasa informasi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan secara manual.
2. Implementasi Just-in time (JIT) manufacturing: Perusahaan hanya memproduksi atas dasar permintaan,tanpa memanfaatkan tersedianya sediaan dan tanpa menanggung biaya sediaan.
3. Meningkatnya tuntutan mutu: Konsep pengendalian menyeluruh /total quality control (TQC),merupakan konsep pengendaliaan yang meletakkan tanggungjawab pengendaliaan disetiap pundak karyawan yang terlibat mulai dari proses pembuatan produk, disain ,proses produksi sampai dengan produk dibeli oleh pembeli.
4. Meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk,serta semakin pendeknya daur hidup produk: dengan peralatan modern, pabrik akan menghasilkan produk yang kompleks. Semakin pendeknya daur hidup produk semakin memerlukan perancangan yang matang atas pendapatan dan biaya sehingga investasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk disain dan pengembangan produk dapat diperkirakan.
5. Diperkenalkannya Computer – integrated manufacturing : pabrik-pabrik modern mampu melakukan inovasi yang luar biasa cepatnya dan mampu menghasilkan produk-produk dengan desain yang sempurna.

IV. Kebutuhan Manajemen Akan Informasi Akuntansi

Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap sistem pengolahan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen yaitu:
1. Informasi Biaya produk yang lebih cermat :
Tujuannya:
- Customer tidak dibebani biaya bukan penambah niilai
- laba yang diperoleh adalah rendah sehingga hanya perusahaan yang cost – effective saja yang mampu bersaing.
- Manajemen memerlukan semua informasi biaya yang mencakup semua fase pembuatan produk: fase desain,fase produksi dan fase distribusi.
2. Informasi biaya overhead yang cermat
Biaya overhead pabrik yang besar memerlukan teknologi pengelolaan biaya yang dirancang untuk memungkinkan manajemen memantau konsumsi sumberdaya dalam dalam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk.
3. Informasi biaya daur hidup produk
Manajemen memerlukan informasi product-life-cycle costs, yang memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analsysis pada saat mempertimbangkan peluncuran produk baru, penghentian produksi produk yang telah ada dan product profitability analysis.

V. Respon Akuntansi Manajemen Terhadap Kebutuhan Manajemen Akan Informasi Akuntansi
Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi dadalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan berbagai perubahan mendasar sebagai berikut:
1. Akuntansi manajemen memfokuskan perekayasaan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen. Informasi biaya yang dihasilkan akuntansi manajemen tidak sekedar ditujukan kepada manajemen untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan (financial reporting) bagi pihak luar, namun untuk manajemen melakukan pengelolaan aktivitas (activity management) berdasekan informasi biaya.
2. Akuntansi manajemen memenfaatkan teknologi computer untuk merekayasa informasi biaya produk yang lebih cermat. Pemanfaatan komputer memungkinkan pembebanan biaya overhead (overhead cost assignment) kepada produk menjadi lebih cermat, sehingga memungkinkan manajemen melakukan analisis kemampuan laba (product profitability analysis) dan keputusan penetapan harga jual (pricing decision).
3. Akuntansi manajemen berusaha mencerminkan konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk dengan menerapkan activity based cost system.
4. Akuntansi manajemen menciptakan target costing untuk memungkinkan manajemen menerapkan market-driven strategy dalam memesuki pasar dunia.
5. Akuntansi manajemen menyajikan informasi product-life-cycle cost untuk memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analysis.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites