Selasa, 18 Oktober 2011

CPNS VS Wirausaha




Anak bangsa lagi-lagi ngantre. Kali ini bukan untuk beli bahan bakar minyak atau memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) tetapi untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jutaan anak bangsa berharap diterima sebagai CPNS. Mereka ada yang baru melamar dan ada juga yang sudah menjadi tenaga honorer sampai sepuluh tahun lebih. Namun jangan terlalu banyak berharap karena peluang diterima sangatlah kecil. Sebenarnya bukanlah hanya masalah peluang yang membuat banyak CPNS kecewa. Ada beberapa tipe kekecewaan yang muncul.

Pertama, mereka yang sudah tercantum namanya sebagai CPNS yang lolos tetapi ternyata direvisi dan akhirnya tidak diterima. Kedua, mereka yang merasa sudah mengabdi lama, sepuluh tahun lebih, ternyata tidak diberikan prioritas untuk diterima. Ketiga, adanya mereka yang memperkirakan terjadinya permainan KKN dalam penerimaan CPNS.

Beragam bentuk kekecewaan ditumpahkan. Kebanyakan dalam bentuk protes sampai ada yang pingsan karena kelelahan fisik dan mental. Apapun alasannya, ada yang masih perlu dipertanyakan. Pertama kepada pemerintah di tingkat pusat sampai daerah; mengapa menjalankan suatu sistem yang sebenarnya sudah standar tetapi masih saja ada penyimpangan. Apakah semata-mata karena faktor teknis ataukah kelalaian manusia atau manipulasi?

Kemudian kepada bangsa; mengapa tidak mampu mensosialisasikan bahwa PNS sebenarnya bukan cuma satu-satunya pilihan menjadi pegawai? sebagai dambaan anak bangsa? Bukankah menjadi wirausaha juga menjadi pilihan strategis? Wow, idealnya! Pertanyaannya apakah selama ini kurikulum pendidikan tertentu sudah mengarahkan khalayak belajar dapat menjadi wirausaha handal? Apakah ada insentif untuk membangun dan mengembangkan kewirausahaan di bumi Republik ini? Bagaimana kebijakan moneter dan fiskal untuk pengembangan investasi, terutama di sektor ril? Bagaimana lembaga keuangan-perbankan sebagai unsur pendukungnya? Bagaimana birokrasi perizinannya? Bagaimana dengan kesiapan sumberdaya mananusia berjiwa wirausahanya?

Nah saya perkirakan semuanya belum mampu mendorong anak bangsa ini secara maksimum untuk terjun ke dunia wirausaha yang sebenarnya menjanjikan. Disamping itu tampaknya kebanyakan orang sudah terinternalisasi bahwa menjadi PNS lebih menjanjikan. Jiwanya sudah terbangun sejak di dalam keluarga. Menjadi PNS tak ada risiko uang yang perlu ditanggung kalau bangsa ini bangkrut. Masa depan lebih terjamin karena ada uang pensiun.

Belum lagi sebagian besar anak bangsa masih mengganggap posisi PNS sebagai simbol status-kedudukan sosial. Demikian impiannya. Wah…apa benar? Tiada seorangpun di antara kami melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu (Ash-Shaafaat; 164).
SUMBER

peluang kerja online.. KLIK DISINI


tinggalkan komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites